Skip to main content

Arti Pinangan Dalam Islam

Meminang dalam istilah islam disebut "khitbah". Laki-laki yang mengkhitbah seorang wanita yang dicocokinya, berarti dia telah mengayunkan langkah yang mulia sebelum mengucapkan akad yang seyogyanya diamalkan oleh calkn suami. Hal ini dilakukan agar mendapatkan ketentraman akan benarnya pilihan dari berbagai aspek perempuan yang dikehendaki, sehingga tidak ada lagi ganjalan dan keraguan yang bisa membatalkan sesudah melaksanakan akad.

Pinangan juga bisa diartikan, setiap laki-laki yang berhasrat menikah, baik hal itu diutarakannya sendiri ataupun diwakilkan kepada orang kepercayaannya.

Karena tujuan utama dari suatu pernikaha  adalah meletakan benih baru ditengah masyarakat muslim demi turut mengokohkan umat, maka islam mewajibkan dengan tata cara islami. Tidak ada unsur kezaliman atau permusuhan. Dalam pinangan juga tidak ada unsur penipuan. Sebab islam justru menghibau laki-laki yang meminang wanita agar melihat dahulu wanita yang dipinangnya. Sehingga setelah melihatnya bertambahlah kemantapan dalam hatinya dan bertambah besar juga hasrat dan gairah hidupnya.

Baginseorang muslim tidak patut mengambil alih wanita yangsudah dilamar orang sebelumnya, kecuali apabila pihak pertama telah melepaskannya. Apabila masih ragu maka dia wajib minta izin terlebih dahulu.

Lalu bagaimana dengan tradisi tukar cincin di dalam pinangan?.

Jika memang yang menjadi bahan pertukaran adalah cincin dari perak mungkin tukar ckncin itu bisa dimaklumi keadaannya sebagai tanda sejarah perjalanan cinta sepasang manusia, meskipun itu sekali lagi, bukan budaya islam.

Namun apabila yang dipertukarkan adalah cincin emas, terutama cincinnya laki-laki, maka bukan saja mereka telah melanggengkan adat kebudayaan yang penuh dengan kebodohan, melainkan perbuatan itu jelas haram adanya. Wallahu A'lam.

Dikutip dari buku wanita halal dan wanita haram karya Badruttamam Basya.

Comments

Popular posts from this blog

Instrumen Akreditasi Puskesmas BAB 7-8

B/S/K Elemen Penilaian   Dokumen Puskesmas 7.1.1 1. Tersedia brosur pendaftaran   SOP Pendaftaran 2. Tersedia bagan alur pendaftaran Bagan alur pendaftaran 3. Petugas mengetahui dan mengikuti prosedur tersebut   SOP pendaftaran 4. pelanggan mengetahui dan mengikuti   alur yang ditetapkan   − 5. terdapat cara mengetahui bahwa pelanggan puas terhadap   SOP untuk menilai kepuasan pelanggan, proses terhadap proses pendaptaran form survei pasien 6. terdapat tindak lanjut jika pasien tidak puas   hasil survei   tindak lanjut survei 7. keselamatan pelanggan terjamin ditempat pendaftaran SOP Identifikasi pasien 7.1.2 1. tersedia media informasi tentang pendaftaran di tempat   media informasi di tempat pendaftaran pendaftaran 2. semua pihak yang membutuhkan informasi pen...

Jenis-jenis Keguguran dan Penanganannya

Keguguran adalah momok yang paling menakutkan bagi wanita hamil. Setiap ibu hamil memiliki resiko untuk mengalami keguguran. Keguguran adalah berakhirnya suatu kehamilan oleh akibat-akibat tertentu, pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan. Keguguran dibedakan menjadi beberapa jenis, yang berbeda cirinya, gejalanya, dan penanganannya. Berikut sedikit penjelasannya mengenai keguguran atau abortus. 1. Abortus iminens (Ancaman keguguran) Abortus tingkat permulaan, terjadi perdarahan pervaginam yang disertai rasa sakit yang ringan dibagian perut, jalan lahir masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam lahir. Abortus jenis ini terjadi karena pembuahan pada hasil konsepsi terlepas sebagian, dan mungkin terjadi beberapa kali dalam satu minggu Penanganannya: Istirahat baring, tidur berbaring merupakan unsur penting dalam pengobatan karena cara ini akan mengurangi rangsangan mekanis dan menambah ali...

Mengenal Allah melalui sifat-Nya Al-Mushawwir (Yang Maha Pembentuk)

Al-Mushawwir artinya yang memberi setiap mahluk bentuk dan wujud yang telah dipersiapkan dengan kebijaksanaan-Nya.   Allah al-Mushawwir memberikan kepada segala sesuatu bentuk yang indah dan sempurna beserta ciri khasnya masing-masing, sehingga berbeda dengan selainnya. Dia-lah Yang Maha Membuat segala sesuatu tanpa menggunakan contoh. Segala sesuatu itu mempunyai bentuk yang unik, tidak ada yang sama. Dia-lah yang menciptakan Nabi Adam As. berdasarkan bentuk-Nya. Bentuk lahiriah manusia dan mahluk-mahlukNya yang lain adalah bukti bahwa Allah mempunyai sifat al-Mushawwir, sebagaimana firman Allah SWT. “Dia-lah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha bijaksana” (QS. Ali Imran:6) Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu, serta member kamu rezeki dengan sebagia...